Selasa, 04 Agustus 2009
istri=pembantu???
Tadi waktu liat tivi ada berita pernikahan jadi ke inget percakapan antara aku dan mamaku. Udah lama sie, tapi membekas banget buat aku. Ini soal masalah pernikahan. Bukan, bukannya aku niat mau nikah deket-deket ini. Tapi masalah mas kawinnya dan kehidupan kita setelah akad nikah. Ibu bilang kalo mas kawin itu di ibaratkan harga seorang wanita. Kalo mas kawinnya cuma 1000 perak, ya itu, suamimu menghargai kamu segitu. Mas kawin itu juga ibarat gaji kita seumur hidup sebagai seorang pembantu yang harus mengabdi sama suami kita. Pembantu aja di gaji 500 ribu per bulan, sedangkan istri cuma di gaji sekali doang, itu pun ngga terlalu besar nilainya. Waktu bilang ini sie, mamaku sambil ketawa-ketawa bercanda gitu. Tapi ngga tau kenapa, aku malah kepikiran. Kalo dipikir, dan semakin dipikir, sebenernya semua itu ada benernya juga *menurutku gitu*. Kita mengerjakan pekerjaan rumah, mengandung anak, merawat anak, terkurung di rumah, menanti suami pulang. Kayaknya membosankan banget! Yah, mungkin ada juga yang bisa menyewa jasa seorang pembantu, tapi tetep aja kan kedudukan kita sama seperti pembantu dimata suami. Coba aja deh, kita punya pembantu 10 orang dan kita ngga mengerjakan apa-apa *masak misalnya* apa kata suami, mertua, keluarga besar, dll, dsb, dst??? Di bilang kita ngga bisa ngurus keluarga??? God! Apa segitu piciknya orang-orang melihat peran istri=ngetem dirumah=cuma ngurus anak-suami=nggosip sama tetangga sebelah, sedangkan ada orang yang bisa dimintai tolong untuk menggantikan sementara peran ibu rumah tangga selagi kita bekerja, misalnya. Ngga taulah, tapi gara-gara omongan ini aku rada takut sama kata pernikahan. Tapi ini bukannya aku ngga mau nikah, hanya rada takut kalo berpikir lebih jauh… benar atau ngga, itu menurut opini kalian masing-masing.
yang dirasa
curhat
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)








0 cuap-cuap:
Poskan Komentar